Siang ini tidak ada bedanya dengan siang-siang kemarin atau siang satu minggu yang lalu. Hanya saja hari ini saya dilanda rasa ngantuk yang cukup hebatditambah dengan pekerjaan yang cukup lengang. Rupanya rasa ngantuk ini adalah hasil kumultif dari rasa lelah yang saya rasa beberapa minggu ini. Satu minggu ini hampir saya tidak full berada di kantor. Ya..bukan berarti saya mangkir dari pekerjaan, tapi karena ada tugas yang harus saya jalanidi luar kantor. Sampai akhir pekan pun saya harus berangkat pagi dan pulang petang. Begitu terus rutinitas saya setiap hari. Menyenangkan memang, bisa bekerja sambil berkumpul dengan teman dan sahabat-sahabat saya, namun ada kejenuhan yang timbul karena rutinitas yang itu-itu saja.
Puncaknya adalah sekarang, badan saya menjadi kurang bersahabat. Ingin rasanya kita bisa melakukan banyak hal tanpa orang lain harus ikut campur atau mengatur. Toh, saya kan yang punya badan ini dan saya yang harusnya punya hak penuh untuk menentukan saya mau apa dan bagaimana. Sayangnya, mau ini itu juga ada aturannya. Saya mau weekend bisa tidur lelap tanpa harus dihantui besok saya harus bangun pagi, saya mau menghabiskan sepanjang waktu dengan berleha-leha, saya mau merilekskan diri saya di spa, saya mau melakukan hal-hal yang saya senangi dan masih banyak lagi.
Kapan hari itu datang, rasanya masih belum memungkinkan. Akhir pekan ini saja, saya diharuskan pulang ke kampung halaman saya, karena ada hal penting yang harus saya selesaikan menyangkut dengan masa depan saya(wah,..apa itu), apa daya memang harus begini adanya jadi ya saya harus pulang.
By the way, memang perjalanan badan saya untuk mencapai ke'rileks'an masih sangat panjang. Banyak hal yang menunggu yang harus saya lakukan. Demi masa depan juga demi kepentingan banyak orang. Missing my highschool life.... But we must be looking forward... Just do it with heart and u'll find ur way and happines :)
BADGE
Jumat, 21 Oktober 2011
Selasa, 02 Agustus 2011
Perjalanan SOSIALISASIKU di Bara - Part 1
Dear all,
Long time no see with u 'b' (b = my blog). Ga terasa sudah hampir 3 bulan saya melaksanakan tugas 'kedinasan' saya di Area Bali Utara dalam keadaan aman dan baik. So far so good. Enak ga enak ya dibikin enak. Hepi ga hepi juga gimana caranya kita biar terus hepi. Tapi memang bener kata pepatah, tak kenal maka tak sayang, jadi kenalilah pekerjaanmu terlebih dahulu kemudian kenalilah lingkunganmu dan yang terpenting adalah kenalilah dirimu. DIJAMIN!! Pasti betah. Betah menjalani hidup bagaimana sulitnya, betah kerja walaupun capek (demi sesuap nasi), betah jauh dari keluarga (walaupun sering sedih), dan yang pasti menyadari kalau kita akan menjalani ini tidak untuk waktu yang sebentar.
Banyak hal yang sudah saya temui dan saya tau selama saya disini. Baik buruk tergantung kita menyikapi. Jalan dan medan yang berkelok-kelok hanya sebagian kecil rintangan yang harus dan wajib dilalui (kalo ga dilewati ya ga bakal nyampe2 donk ke Singaraja,hahaha....), tapi semua itu akan dirasa hepi kalau kita hepi plus ditambah support dari orang-orang tersayang dan last but not least adalah support dari diri sendiri. Justru itu yang saya rasa paling penting.
Saya jalani semua dengan ikhlas dan legowo. Dimanapun pasti ada baik dan buruk. Jadi jangan sampe kecipratan yang buruk, yang baek aja ya....
Banyak pengetahuan yang saya dapat. Salah satunya for the first time, saya yang membawakan materi sosialisasi sekaligus ini menjadi sosialisasi pertamaku di Bali Utara. Great! Ini kemajuan. Ada yang bilang, ini proses menuju 'kematangan'. Matang diri dan ilmu. WOW!!!! Asiiik juga ya ternyata.
Sosialisasi dilaksanakan di daerah Tejakula, masih sisi utara dari Pulau Dewata-Pulau Bali. Secara khusus memang ini adalah rangkaian dari kunjungan Nyonya Ayu Pastika-Istri dari Gubernur Bali, Mangku Pastika dan kami memanfaatkan event ini untuk masuk ke dalamnya sekaligus berbagi informasi memgenai produk-produk unggulan PLN. Ya, PLN adalah tempat dimana saya mengabdi.
Long time no see with u 'b' (b = my blog). Ga terasa sudah hampir 3 bulan saya melaksanakan tugas 'kedinasan' saya di Area Bali Utara dalam keadaan aman dan baik. So far so good. Enak ga enak ya dibikin enak. Hepi ga hepi juga gimana caranya kita biar terus hepi. Tapi memang bener kata pepatah, tak kenal maka tak sayang, jadi kenalilah pekerjaanmu terlebih dahulu kemudian kenalilah lingkunganmu dan yang terpenting adalah kenalilah dirimu. DIJAMIN!! Pasti betah. Betah menjalani hidup bagaimana sulitnya, betah kerja walaupun capek (demi sesuap nasi), betah jauh dari keluarga (walaupun sering sedih), dan yang pasti menyadari kalau kita akan menjalani ini tidak untuk waktu yang sebentar.
Banyak hal yang sudah saya temui dan saya tau selama saya disini. Baik buruk tergantung kita menyikapi. Jalan dan medan yang berkelok-kelok hanya sebagian kecil rintangan yang harus dan wajib dilalui (kalo ga dilewati ya ga bakal nyampe2 donk ke Singaraja,hahaha....), tapi semua itu akan dirasa hepi kalau kita hepi plus ditambah support dari orang-orang tersayang dan last but not least adalah support dari diri sendiri. Justru itu yang saya rasa paling penting.
Saya jalani semua dengan ikhlas dan legowo. Dimanapun pasti ada baik dan buruk. Jadi jangan sampe kecipratan yang buruk, yang baek aja ya....
Banyak pengetahuan yang saya dapat. Salah satunya for the first time, saya yang membawakan materi sosialisasi sekaligus ini menjadi sosialisasi pertamaku di Bali Utara. Great! Ini kemajuan. Ada yang bilang, ini proses menuju 'kematangan'. Matang diri dan ilmu. WOW!!!! Asiiik juga ya ternyata.
Sosialisasi dilaksanakan di daerah Tejakula, masih sisi utara dari Pulau Dewata-Pulau Bali. Secara khusus memang ini adalah rangkaian dari kunjungan Nyonya Ayu Pastika-Istri dari Gubernur Bali, Mangku Pastika dan kami memanfaatkan event ini untuk masuk ke dalamnya sekaligus berbagi informasi memgenai produk-produk unggulan PLN. Ya, PLN adalah tempat dimana saya mengabdi.
Jumat, 10 Juni 2011
(Ga Tahu Apa Judulnya)
Saya paling ga suka sama orang yang suka comel, ember, celometan ga jelas tanpa fakta... apalagi yg dicelometin pake' dilebih2in atau bahkan dikurangin. Itu sama dengan FITNAH. Dan FITNAH lebih kejam dari cabut gigi paksa.
Kalau mau ngomongin orang juga jangan seenaknya donk, toleransi dikit kan bisa. Kayak dia juga bukan manusia aja. Ga seneng kan dikatain......
Yah, walaupun saya juga ada kekeliruan dikit. Tapi kekeliruan itu ga saya terus2in. Uda tau keliru ya diem. Jangan diterusin. Oke ngga.....
Sekarang the problem is.... dimana gw cari tentang margin, reward, keuntungan, dan kawan-kawannya....
Kalau mau ngomongin orang juga jangan seenaknya donk, toleransi dikit kan bisa. Kayak dia juga bukan manusia aja. Ga seneng kan dikatain......
Yah, walaupun saya juga ada kekeliruan dikit. Tapi kekeliruan itu ga saya terus2in. Uda tau keliru ya diem. Jangan diterusin. Oke ngga.....
Sekarang the problem is.... dimana gw cari tentang margin, reward, keuntungan, dan kawan-kawannya....
Selasa, 07 Juni 2011
Hariku
Dear sista
Apa kabar kalian? Banyak kerjaan ga di kantor?
Di area cukup banyak kerjaan, numpuk bahkan. Oia, kapan Humas KD mau KTV? Heem,pasti seru. Jangan lupa difoto ya. Apalagi ekspresi antara takut dan ketawanya mbak mel si Io Mama, hahaha....
Setiap hari aku ga bisa pulang tepat jam stgh5 minimal jam stgh 6. Itu juga baru ringkas-ringkas,hehehee...
Aku lagi kena flu niy dan Singaraja tidak sepanas yang aku bayangkan. Bahkan air disini dingin, ga kayak di denpasar yang hangat...
Aku jg masih pake selimut kalo bobo,xixixixi :-P
Mbak mel ada pesen buat Io Papa? nanti aku sampaikan....heeee
Oia mbak tyo, jangan pacaran aja biar ga sakit2an,hahhaaaa (apa hubungannya ya)
Salam untuk semua warga Humas ya.
C u @Denpasar
Best Regards
Rosa Natalia Desiyanti
Apa kabar kalian? Banyak kerjaan ga di kantor?
Di area cukup banyak kerjaan, numpuk bahkan. Oia, kapan Humas KD mau KTV? Heem,pasti seru. Jangan lupa difoto ya. Apalagi ekspresi antara takut dan ketawanya mbak mel si Io Mama, hahaha....
Setiap hari aku ga bisa pulang tepat jam stgh5 minimal jam stgh 6. Itu juga baru ringkas-ringkas,hehehee...
Aku lagi kena flu niy dan Singaraja tidak sepanas yang aku bayangkan. Bahkan air disini dingin, ga kayak di denpasar yang hangat...
Aku jg masih pake selimut kalo bobo,xixixixi :-P
Mbak mel ada pesen buat Io Papa? nanti aku sampaikan....heeee
Oia mbak tyo, jangan pacaran aja biar ga sakit2an,hahhaaaa (apa hubungannya ya)
Salam untuk semua warga Humas ya.
C u @Denpasar
Best Regards
Rosa Natalia Desiyanti
Selasa, 17 Mei 2011
Kenapa harus ada Perbedaan?
Baru saja aku mendapat telepon dari sahabat lamaku, memang tidak biasa karena dia meneleponku saat jam kerja dan biasanya kami baru menjalin kontak hanya jika aku pulang ke kampung halamanku. Aku berpikir apakah dia sedang ada di Bali karena liburan atau memang ada hal penting yang ingin dibicarakan. Ya....ternyata memang ada suatu hal pribadi yang rupanya ingin dia katakan padaku.
Tiba-tiba terdengan seakan dia terisak, dia menangis...... dan aku mencoba menerka apa yang sebenarnya terjadi. Ternyata apa yang ada dipikiranku memang itulah yang terjadi. "Aku bubar dengan pacarku",katanya dengan lirih. Tentu aku sangat terkejut, karena pacar sahabatku itu adalah teman lamaku saat sekolah dulu dan tentu saja aku mengenalnya. Mereka sudah berpacaran selama 5 tahun. Memang putus sambung pernah mereka alami, tapi rupanya keduanya masih bisa bersama kembali dan 5 tahun bukan waktu yang sebentar untuk dilewati. Terdengar dia sangat sedih atas apa yang dialami. Namun mau tidak mau itu harus dilewati karena kali ini mereka sudah berbeda arah dan tujuan. Satu ke barat dan yang lain ke timur. Memang sudah berbeda arah dan tujuan mereka juga sudah berbeda.
Alasan dibalik itu semua ternyata karena perbedaan mereka. Mereka bukan berbeda suku, kasta, strata sosial, atau ras. Tetapi mereka meyakini keyakinan yang tidak sama. Mereka telah berusaha menyambung perbedaan itu dengan segala cara, mulai dari jembatan pengertian, jalan penghubung TOLeransi, dan entah apalagi... Sayangnya semua itu harus runtuh, longsor, hancur dan tak berbekas lagi sekarang. Entah badai apa yang telah menghancurkan semua yang disebut CINTA itu hingga tak bersisa. Setelah semua terurai, satu kata yang bisa saya simpulkan yaitu "perbedaan".
Perbedaan yang membuat mereka memutuskan untuk berpisah dan memisahkan hati mereka yang sebenarnya masih ingin bersama. Dan mendengar sahabatku menceritakan kata demi kata apa yang baru saja dia lewati, disitu seakan aku berkaca dan melihat diriku sendiri sedang merasakan "perbedaan" itu. Hanya saja apa yang saya jalani saat ini belum berujung pasa perpisahan. Dan saya berharap tidak akan pernah ada perpisahan pada apa yang saya lakoni sekarang. Namun satu hal yang saya ingin dalam hubungan saya ini (seperti yang sahabat saya ingin juga dalam hubungannya yang lalu) yaitu biarlah perbedaan ini menjadi pemersatu. Biarlah perbedaan ini tetap ada, sesulit apapun nanti kita menjalaninya. Karena saya percaya cinta dan kasih kami bisa membuat perbedaan menjadi suatu kebahagiaan.
Lebih dari itu, saya memasrahkan segala sesuatunya pada Sang Maha Pencipta, Yang Maha Pemberi dan Mahakuasa. Bagaimana pun keras kita berusaha, tidak akan berakhir indah jika tiada kehendakNya.
+
"Bapa... seluruh hidupku kuserahkan hanya kedalam tanganMu saja. Terjadilah padaku menurut perkataanMu. Ku yakin segala yang terbaik akan Kaujadikan dalam hidupku, karena Kau penyelamatku dan Kau akan menerangi, membimbing, dan menghantar aku kemana pun aku melangkah. Ya Bapa terimalah doaku ini. Amin"
+
Tiba-tiba terdengan seakan dia terisak, dia menangis...... dan aku mencoba menerka apa yang sebenarnya terjadi. Ternyata apa yang ada dipikiranku memang itulah yang terjadi. "Aku bubar dengan pacarku",katanya dengan lirih. Tentu aku sangat terkejut, karena pacar sahabatku itu adalah teman lamaku saat sekolah dulu dan tentu saja aku mengenalnya. Mereka sudah berpacaran selama 5 tahun. Memang putus sambung pernah mereka alami, tapi rupanya keduanya masih bisa bersama kembali dan 5 tahun bukan waktu yang sebentar untuk dilewati. Terdengar dia sangat sedih atas apa yang dialami. Namun mau tidak mau itu harus dilewati karena kali ini mereka sudah berbeda arah dan tujuan. Satu ke barat dan yang lain ke timur. Memang sudah berbeda arah dan tujuan mereka juga sudah berbeda.
Alasan dibalik itu semua ternyata karena perbedaan mereka. Mereka bukan berbeda suku, kasta, strata sosial, atau ras. Tetapi mereka meyakini keyakinan yang tidak sama. Mereka telah berusaha menyambung perbedaan itu dengan segala cara, mulai dari jembatan pengertian, jalan penghubung TOLeransi, dan entah apalagi... Sayangnya semua itu harus runtuh, longsor, hancur dan tak berbekas lagi sekarang. Entah badai apa yang telah menghancurkan semua yang disebut CINTA itu hingga tak bersisa. Setelah semua terurai, satu kata yang bisa saya simpulkan yaitu "perbedaan".
Perbedaan yang membuat mereka memutuskan untuk berpisah dan memisahkan hati mereka yang sebenarnya masih ingin bersama. Dan mendengar sahabatku menceritakan kata demi kata apa yang baru saja dia lewati, disitu seakan aku berkaca dan melihat diriku sendiri sedang merasakan "perbedaan" itu. Hanya saja apa yang saya jalani saat ini belum berujung pasa perpisahan. Dan saya berharap tidak akan pernah ada perpisahan pada apa yang saya lakoni sekarang. Namun satu hal yang saya ingin dalam hubungan saya ini (seperti yang sahabat saya ingin juga dalam hubungannya yang lalu) yaitu biarlah perbedaan ini menjadi pemersatu. Biarlah perbedaan ini tetap ada, sesulit apapun nanti kita menjalaninya. Karena saya percaya cinta dan kasih kami bisa membuat perbedaan menjadi suatu kebahagiaan.
Lebih dari itu, saya memasrahkan segala sesuatunya pada Sang Maha Pencipta, Yang Maha Pemberi dan Mahakuasa. Bagaimana pun keras kita berusaha, tidak akan berakhir indah jika tiada kehendakNya.
+
"Bapa... seluruh hidupku kuserahkan hanya kedalam tanganMu saja. Terjadilah padaku menurut perkataanMu. Ku yakin segala yang terbaik akan Kaujadikan dalam hidupku, karena Kau penyelamatku dan Kau akan menerangi, membimbing, dan menghantar aku kemana pun aku melangkah. Ya Bapa terimalah doaku ini. Amin"
+
Rabu, 06 April 2011
Who is He?
"Tuhan tidak selalu memberikan apa yang kita inginkan, karena apa yang kita inginkan bukan selalu apa yang kita butuhkan."
Pernyataan di atas rasanya pas sekali ditujukan ke diri saya dan bahkan mungkin banyak orang lainnya yang sedang memiliki permohonan khusus ke Tuhan tapi merasa belum dikabulkan. Saya sendiri sering merasakan hal itu. Saya memohon tapi tidak terkabul-kabulkan. Mungkin saya yang tidak sabar atau mungkin juga Tuhan punya rencana yang pasti jauuh lebih baik dan lebih indah untuk diri saya tapi sayangnya belum saya sadari. Sebagai manusia saya menyadari kalau saya masih dipenuhi banyak nafsu dan suatu hal yang masih susah saya lakukan adalah menahan nafsu-nafsu itu. Semoga kiranya Tuhan selalu melimpahkan berkat dan rahmatNya agar saya diberikan kelapangan dan kesabaran dalam menjalani hidup ini. Karena takinlah bahwa Tuhan tidak akan memberikan seuatu yang second untuk umatnya, alias original dan gresssss!!!
Selasa, 08 Maret 2011
Safari of Lentera Kasih at PT PLN (Persero) Distribusi Bali
Anak-anak memang susah ditebak. Kadang sangat menggemaskan tetapi terkadang juga mengesalkan karena kaejahilan-kejahilannya. Itulah yg tadi baru saja saya alami dengan adik-adik dari Lentera Kasih. Mereka benar-benar anak super. Anak yang lincah, cerdas, berani, dan yang pasti lucu seperti kebanyakan anak-anak. Banyak dari mereka yang biasa disebut dengan anak blasteran. Tingkah mereka macam-macam, memang sewajarnya seorang anak-anak, tetapi itu membuat saya gemas dan ingin meremas pipi-pipi mereka yang merah seperti tomat.
Ada saja ulah yang diperbuat, dari yang pendiam hingga yang tidak bisa diam walaupun sudah diperingatkan berulang kali. Yang membuat saya so amazing adalah bahasa inggris mereka sangat lancar (dibanding dengan saya yang bahkan sudah dileskan tetapi tetap aja ga lancar-lancar berbahasa inggris). Mungkin itu dikarenakan bahasa pengantar di sekolah mereka menggunakan bahasa inggris. Bukan lagi bahasa Jawa seperti yang saya pakai sehari-hari :-) menghadapi mereka membuat saya berpikir bahwa saya masih harus banyak belajar. Bukan berarti bahwa saya sudah pernah mengalami SD kelas II seperti mereka maka itu mencukupkan saya untuk belajar. Ternyata salah!! Mereka kelas II tetapi level yang sudah mereka capai sebagai anak kelas II ternyata sudah jauh lebih tinggi dibanding dengan level yang dulu saya jalani saat saya kelas II SD. Yaa, setidaknya memang saya dulu disekolahkan di sekolah swasta yang bagus dan mumpuni. Paling tidak saat saya TK dan baru beranjak Sekolah Dasar, saya sudah mengenal bahasa inggris. Namun sekarang tetap saya menuntut diri untuk terus berkembang dan tidak pernah berhenti untuk belajar supaya saya bisa selincah dan secerdas anak-anak super itu baik dalam bertindak maupun berpikir.
Langganan:
Postingan (Atom)