BADGE
Jumat, 21 Oktober 2011
...... blended feellings .....
Puncaknya adalah sekarang, badan saya menjadi kurang bersahabat. Ingin rasanya kita bisa melakukan banyak hal tanpa orang lain harus ikut campur atau mengatur. Toh, saya kan yang punya badan ini dan saya yang harusnya punya hak penuh untuk menentukan saya mau apa dan bagaimana. Sayangnya, mau ini itu juga ada aturannya. Saya mau weekend bisa tidur lelap tanpa harus dihantui besok saya harus bangun pagi, saya mau menghabiskan sepanjang waktu dengan berleha-leha, saya mau merilekskan diri saya di spa, saya mau melakukan hal-hal yang saya senangi dan masih banyak lagi.
Kapan hari itu datang, rasanya masih belum memungkinkan. Akhir pekan ini saja, saya diharuskan pulang ke kampung halaman saya, karena ada hal penting yang harus saya selesaikan menyangkut dengan masa depan saya(wah,..apa itu), apa daya memang harus begini adanya jadi ya saya harus pulang.
By the way, memang perjalanan badan saya untuk mencapai ke'rileks'an masih sangat panjang. Banyak hal yang menunggu yang harus saya lakukan. Demi masa depan juga demi kepentingan banyak orang. Missing my highschool life.... But we must be looking forward... Just do it with heart and u'll find ur way and happines :)
Selasa, 02 Agustus 2011
Perjalanan SOSIALISASIKU di Bara - Part 1
Long time no see with u 'b' (b = my blog). Ga terasa sudah hampir 3 bulan saya melaksanakan tugas 'kedinasan' saya di Area Bali Utara dalam keadaan aman dan baik. So far so good. Enak ga enak ya dibikin enak. Hepi ga hepi juga gimana caranya kita biar terus hepi. Tapi memang bener kata pepatah, tak kenal maka tak sayang, jadi kenalilah pekerjaanmu terlebih dahulu kemudian kenalilah lingkunganmu dan yang terpenting adalah kenalilah dirimu. DIJAMIN!! Pasti betah. Betah menjalani hidup bagaimana sulitnya, betah kerja walaupun capek (demi sesuap nasi), betah jauh dari keluarga (walaupun sering sedih), dan yang pasti menyadari kalau kita akan menjalani ini tidak untuk waktu yang sebentar.
Banyak hal yang sudah saya temui dan saya tau selama saya disini. Baik buruk tergantung kita menyikapi. Jalan dan medan yang berkelok-kelok hanya sebagian kecil rintangan yang harus dan wajib dilalui (kalo ga dilewati ya ga bakal nyampe2 donk ke Singaraja,hahaha....), tapi semua itu akan dirasa hepi kalau kita hepi plus ditambah support dari orang-orang tersayang dan last but not least adalah support dari diri sendiri. Justru itu yang saya rasa paling penting.
Saya jalani semua dengan ikhlas dan legowo. Dimanapun pasti ada baik dan buruk. Jadi jangan sampe kecipratan yang buruk, yang baek aja ya....
Banyak pengetahuan yang saya dapat. Salah satunya for the first time, saya yang membawakan materi sosialisasi sekaligus ini menjadi sosialisasi pertamaku di Bali Utara. Great! Ini kemajuan. Ada yang bilang, ini proses menuju 'kematangan'. Matang diri dan ilmu. WOW!!!! Asiiik juga ya ternyata.
Sosialisasi dilaksanakan di daerah Tejakula, masih sisi utara dari Pulau Dewata-Pulau Bali. Secara khusus memang ini adalah rangkaian dari kunjungan Nyonya Ayu Pastika-Istri dari Gubernur Bali, Mangku Pastika dan kami memanfaatkan event ini untuk masuk ke dalamnya sekaligus berbagi informasi memgenai produk-produk unggulan PLN. Ya, PLN adalah tempat dimana saya mengabdi.
Jumat, 10 Juni 2011
(Ga Tahu Apa Judulnya)
Kalau mau ngomongin orang juga jangan seenaknya donk, toleransi dikit kan bisa. Kayak dia juga bukan manusia aja. Ga seneng kan dikatain......
Yah, walaupun saya juga ada kekeliruan dikit. Tapi kekeliruan itu ga saya terus2in. Uda tau keliru ya diem. Jangan diterusin. Oke ngga.....
Sekarang the problem is.... dimana gw cari tentang margin, reward, keuntungan, dan kawan-kawannya....
Selasa, 07 Juni 2011
Hariku
Apa kabar kalian? Banyak kerjaan ga di kantor?
Di area cukup banyak kerjaan, numpuk bahkan. Oia, kapan Humas KD mau KTV? Heem,pasti seru. Jangan lupa difoto ya. Apalagi ekspresi antara takut dan ketawanya mbak mel si Io Mama, hahaha....
Setiap hari aku ga bisa pulang tepat jam stgh5 minimal jam stgh 6. Itu juga baru ringkas-ringkas,hehehee...
Aku lagi kena flu niy dan Singaraja tidak sepanas yang aku bayangkan. Bahkan air disini dingin, ga kayak di denpasar yang hangat...
Aku jg masih pake selimut kalo bobo,xixixixi :-P
Mbak mel ada pesen buat Io Papa? nanti aku sampaikan....heeee
Oia mbak tyo, jangan pacaran aja biar ga sakit2an,hahhaaaa (apa hubungannya ya)
Salam untuk semua warga Humas ya.
C u @Denpasar
Best Regards
Rosa Natalia Desiyanti
Selasa, 17 Mei 2011
Kenapa harus ada Perbedaan?
Tiba-tiba terdengan seakan dia terisak, dia menangis...... dan aku mencoba menerka apa yang sebenarnya terjadi. Ternyata apa yang ada dipikiranku memang itulah yang terjadi. "Aku bubar dengan pacarku",katanya dengan lirih. Tentu aku sangat terkejut, karena pacar sahabatku itu adalah teman lamaku saat sekolah dulu dan tentu saja aku mengenalnya. Mereka sudah berpacaran selama 5 tahun. Memang putus sambung pernah mereka alami, tapi rupanya keduanya masih bisa bersama kembali dan 5 tahun bukan waktu yang sebentar untuk dilewati. Terdengar dia sangat sedih atas apa yang dialami. Namun mau tidak mau itu harus dilewati karena kali ini mereka sudah berbeda arah dan tujuan. Satu ke barat dan yang lain ke timur. Memang sudah berbeda arah dan tujuan mereka juga sudah berbeda.
Alasan dibalik itu semua ternyata karena perbedaan mereka. Mereka bukan berbeda suku, kasta, strata sosial, atau ras. Tetapi mereka meyakini keyakinan yang tidak sama. Mereka telah berusaha menyambung perbedaan itu dengan segala cara, mulai dari jembatan pengertian, jalan penghubung TOLeransi, dan entah apalagi... Sayangnya semua itu harus runtuh, longsor, hancur dan tak berbekas lagi sekarang. Entah badai apa yang telah menghancurkan semua yang disebut CINTA itu hingga tak bersisa. Setelah semua terurai, satu kata yang bisa saya simpulkan yaitu "perbedaan".
Perbedaan yang membuat mereka memutuskan untuk berpisah dan memisahkan hati mereka yang sebenarnya masih ingin bersama. Dan mendengar sahabatku menceritakan kata demi kata apa yang baru saja dia lewati, disitu seakan aku berkaca dan melihat diriku sendiri sedang merasakan "perbedaan" itu. Hanya saja apa yang saya jalani saat ini belum berujung pasa perpisahan. Dan saya berharap tidak akan pernah ada perpisahan pada apa yang saya lakoni sekarang. Namun satu hal yang saya ingin dalam hubungan saya ini (seperti yang sahabat saya ingin juga dalam hubungannya yang lalu) yaitu biarlah perbedaan ini menjadi pemersatu. Biarlah perbedaan ini tetap ada, sesulit apapun nanti kita menjalaninya. Karena saya percaya cinta dan kasih kami bisa membuat perbedaan menjadi suatu kebahagiaan.
Lebih dari itu, saya memasrahkan segala sesuatunya pada Sang Maha Pencipta, Yang Maha Pemberi dan Mahakuasa. Bagaimana pun keras kita berusaha, tidak akan berakhir indah jika tiada kehendakNya.
+
"Bapa... seluruh hidupku kuserahkan hanya kedalam tanganMu saja. Terjadilah padaku menurut perkataanMu. Ku yakin segala yang terbaik akan Kaujadikan dalam hidupku, karena Kau penyelamatku dan Kau akan menerangi, membimbing, dan menghantar aku kemana pun aku melangkah. Ya Bapa terimalah doaku ini. Amin"
+
Rabu, 06 April 2011
Who is He?
Selasa, 08 Maret 2011
Safari of Lentera Kasih at PT PLN (Persero) Distribusi Bali
Minggu, 20 Februari 2011
Pura-pura atau Benar Cinta
Rabu, 09 Februari 2011
Tobat yang Sungguh
Hendaknyalah kita bertobat dari dosa-dosa kita sementara kita masih di dunia. Apabila seorang tukang periuk tengah membuat sebuah bejana dan bejana itu rusak dalam tangan-tangannya, maka ia akan membentuknya kembali; tetapi begitu bejana ditempatkan dalam tungku, maka bejana tak dapat diperbaiki kembali. Tanah liat dalam tangan-tangan tukang periuk adalah gambaran diri kita sendiri; mengajarkan kepada kita bahwa, sementara masih di dunia ini, haruslah kita dengan segenap hati bertobat dari dosa-dosa yang dilakukan tubuh dan dengan demikian memungkinkan Tuhan menyelamatkan kita selagi ada waktu. Apabila kita telah meninggalkan dunia ini, kita tak akan lagi dapat bertobat dan mengakui dosa-dosa kita. Kita wajib melakukan kehendak Bapa, memelihara tubuh kita tetap murni, dan melakukan perintah-perintah Tuhan, sebab inilah jalan untuk memperoleh hidup yang kekal. Dalam Injil Tuhan bersabda: Jika engkau tidak setia dalam perkara-perkara kecil, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu perkara-perkara besar? Aku berkata kepadamu barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dengan kata lain, demi memperoleh hidup yang kekal, kita harus tetap murni dan memelihara meterai pembaptisan kita agar tak bercela.
Atau adakah seorang dari antara kalian yang mengatakan bahwa tubuh kita tak akan ambil bagian dalam penghakiman, ataupun bangkit kembali? Dalam apakah kalian diselamatkan? Dalam apakah kalian menerima penglihatanmu? Renungkanlah sejenak. Bukankah dalam tubuh itu sendiri? Tubuh kita adalah Bait Allah, dan karenanya kita wajib menjaganya, sebab sebagaimana kita dipanggil dalam tubuh, demikian pula kita akan dihakimi dalam tubuh. Sebab Kristus, Tuhan dan Juruselamat kita, yang pada mulanya adalah roh, menjadi daging dan dengan cara ini memanggil kita, maka dalam daging kita inilah kita juga akan menerima ganjaran kita.
Oleh karenanya, marilah kita saling mengasihi satu sama lain, agar kita semua dapat mencapai kerajaan Allah. Sementara kita masih dapat disembuhkan, marilah kita menyerahkan diri kita ke dalam tangan-tangan dokter ilahi kita dan memberikan imbalan jasa kepada-Nya - imbalan jasa dukacita yang sungguh atas dosa-dosa kita. Sebab Ia yang mahatahu melihat apa yang ada dalam hati kita, marilah kita memuji Dia dengan hati kita pula dengan bibir kita. Maka Ia akan menerima kita sebagai anak-anak-Nya. Tuhan Sendiri telah bersabda: Siapapun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan.
Senin, 07 Februari 2011
LISTRIK PRABAYAR
ABSTRAK
PLN Distribusi Bali dalam upaya menjadi perusahaan bertaraf internasional berupaya menjaga hubungan baik dengan masyarakat pada umumnya dan pelanggan pada khususnya. Oleh karena itu bidang Humas sesuai fungsinya sebagai mediator antara perusahaan dan masyarakat perlu melaksanakan suatu program sebagai upaya mendekatkan diri dengan masyarakat, khususnya dalam memperkenalkan listrik prabayar.
Humas PLN Distribusi Bali memiliki suatu program sosialisasi untuk memberikan informasi kepada masyarakat mengenai kelistrikan baik secara umum maupun kelistrikan Bal temasuk tentang listrik prabayar. Namun pada kenyataannya belum seluruh masyarakat maupun pelanggan PLN di wilayah Bali menggunakan listrik prabayar.
Untuk itu dirasa perlu adanya media publikasi dan sosialisasi alternatif bagi Humas PLN Bali dalam mensosialisasikan atau mempublikasikan listrik prabayar ke seluruh pelanggan maupun masyarakat Bali. Untuk itu ada beberapa media publikasi alternatif yang menjadi rekomendasi penulis dalam mensosialisasikan listrik praabyar, yakni flipchart, alat bantu dalam sosialisasi-sosialisasi listrik prabayar. Kemudian jargon-jargon listrik prabayar serta layout listrik prabayar pada mobil pelayanan teknis PLN ataupun produk-produk souvenir bagi pelanggan PLN serta media publikasi yang bisa diletakkan pada kantor-kantor pelayanan PLN ataupun di tempat-tempat umum seperti spanduk, baliho, maupun brosur PLN.
Selain dengan media publikasi alternatif di atas, dalam mensosialisasikan listrik prabayar dirasa akan lebih baik apabila saat sosialisasi dilaksanakan tim sosialisasi juga membawa alat peraga seperti kWh meter prabayar atau kartu token listrik prabayar, karena disamping mensosialisasikan listrik prabayar kita juga perlu mensosialisasikan hal-hal atau piranti yang berhubungan dengan listrik prabayar. Apabila sosialisasi dilakukan dengan lebih maksimal dan melalui berbagai media, tentunya listrik prabayar juga akan lebih cepat dikenal bahkan diterima oleh masyarakat dan pelanggan PLN khususnya karena secara tidak langsung akan terbentu mindset listrik prabayar dibenak setiap orang karena mereka terus-menerus dijejali informasi mengenai listrik prabayar
