BADGE

Selasa, 17 Mei 2011

Kenapa harus ada Perbedaan?

Baru saja aku mendapat telepon dari sahabat lamaku, memang tidak biasa karena dia meneleponku saat jam kerja dan biasanya kami baru menjalin kontak hanya jika aku pulang ke kampung halamanku. Aku berpikir apakah dia sedang ada di Bali karena liburan atau memang ada hal penting yang ingin dibicarakan. Ya....ternyata memang ada suatu hal pribadi yang rupanya ingin dia katakan padaku.

Tiba-tiba terdengan seakan dia terisak, dia menangis...... dan aku mencoba menerka apa yang sebenarnya terjadi. Ternyata apa yang ada dipikiranku memang itulah yang terjadi. "Aku bubar dengan pacarku",katanya dengan lirih. Tentu aku sangat terkejut, karena pacar sahabatku itu adalah teman lamaku saat sekolah dulu dan tentu saja aku mengenalnya. Mereka sudah berpacaran selama 5 tahun. Memang putus sambung pernah mereka alami, tapi rupanya keduanya masih bisa bersama kembali dan 5 tahun bukan waktu yang sebentar untuk dilewati. Terdengar dia sangat sedih atas apa yang dialami. Namun mau tidak mau itu harus dilewati karena kali ini mereka sudah berbeda arah dan tujuan. Satu ke barat dan yang lain ke timur. Memang sudah berbeda arah dan tujuan mereka juga sudah berbeda.

Alasan dibalik itu semua ternyata karena perbedaan mereka. Mereka bukan berbeda suku, kasta, strata sosial, atau ras. Tetapi mereka meyakini keyakinan yang tidak sama. Mereka telah berusaha menyambung perbedaan itu dengan segala cara, mulai dari jembatan pengertian, jalan penghubung TOLeransi, dan entah apalagi... Sayangnya semua itu harus runtuh, longsor, hancur dan tak berbekas lagi sekarang. Entah badai apa yang telah menghancurkan semua yang disebut CINTA itu hingga tak bersisa. Setelah semua terurai, satu kata yang bisa saya simpulkan yaitu "perbedaan".

Perbedaan yang membuat mereka memutuskan untuk berpisah dan memisahkan hati mereka yang sebenarnya masih ingin bersama. Dan mendengar sahabatku menceritakan kata demi kata apa yang baru saja dia lewati, disitu seakan aku berkaca dan melihat diriku sendiri sedang merasakan "perbedaan" itu. Hanya saja apa yang saya jalani saat ini belum berujung pasa perpisahan. Dan saya berharap tidak akan pernah ada perpisahan pada apa yang saya lakoni sekarang. Namun satu hal yang saya ingin dalam hubungan saya ini (seperti yang sahabat saya ingin juga dalam hubungannya yang lalu) yaitu biarlah perbedaan ini menjadi pemersatu. Biarlah perbedaan ini tetap ada, sesulit apapun nanti kita menjalaninya. Karena saya percaya cinta dan kasih kami bisa membuat perbedaan menjadi suatu kebahagiaan.

Lebih dari itu, saya memasrahkan segala sesuatunya pada Sang Maha Pencipta, Yang Maha Pemberi dan Mahakuasa. Bagaimana pun keras kita berusaha, tidak akan berakhir indah jika tiada kehendakNya.

+
"Bapa... seluruh hidupku kuserahkan hanya kedalam tanganMu saja. Terjadilah padaku menurut perkataanMu. Ku yakin segala yang terbaik akan Kaujadikan dalam hidupku, karena Kau penyelamatku dan Kau akan menerangi, membimbing, dan menghantar aku kemana pun aku melangkah. Ya Bapa terimalah doaku ini. Amin"
+

Tidak ada komentar: